Posts Tagged ‘fisika’

Listrik pada Rangkaian Tertutup

Pertanyaan:hambatan-kawat

Sebuah susunan penghantar dari kawat tembaga tersusun secara paralel dengan tiga cabang, kuat arus total yang masuk adalah 1,3 A. Masing – masing cabang mempunyai panjang dan luas penampang yang berbeda. Perbandingan panjang cabang pertama sampai dengan ketiga adalah 1:2:3, sedangkan perbandingan luas penampang cabang pertama sampai ketiga adalah 3:2:1. Jika nilai hambatan intrinsik pada penghantar pertama adalah r1 = 1 ohm, maka tentukan kuat arus yang mengalir pada masing – masing cabang! (Gambar sebagai ilustrasi)

Pembahasan:

Diketahui I = 1.3 A, tiga penghantar disusun paralel dengan perbandingan panjang: d1:d2:d3 = 1:2:3, dan perbandingan luas penampang: A1:A2:A3 = 3:2:1. Hambatan dalam pada penghantar pertama r1 = 1 ohm. (more…)

Advertisements

Definisi Vektor

Vektor adalah istilah yang sangat akrab bagi orang – orang yang berkecimpung di bidang fisika. Tentu saja karena vektor adalah istilah penting yang berhubungan dengan sifat yang dimiliki oleh suatu objek. Vektor atau besaran vektor didefinisikan sebagai besaran yang mempunyai besar atau nilai dan arah, sedangkan definisi dari besaran adalah sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dalam satuan. Akan sangat panjang jika kita membahas definisi besaran di sini, maka mari kita kembali menengok pembahasan vektor kita. Catatan ini akan lebih banyak membahas operasi matematika pada vektor, jika pembaca ingin mengetahui lebih banyak tentang definisi vektor dan aturan penulisan vektor, pembaca dapat membaca referensi – referensi lain yang membahas tentang vektor.

Vektor dapat direpresentasikan ke dalam bentuk vektor satuan. Vektor satuan adalah vektor pada arah sumbu x, y, atau z pada koordinat kartesian yang memiliki besar satu satuan. Misalnya suatu vektor dua dimensi pada koordinat kartesian F = 16 N pada arah 60 derajat dapat direpresentasikan dalam vektor satuannya sebagai F = (8i + 13.86j) N, dengan huruf i menunjukkan vektor satuan dari F yang bernilai 8 N pada arah sumbu x dan huruf j menunjukkan vektor satuan dari F yang bernilai 13.86 N pada arah sumbu y. Untuk vektor tiga dimensi kita dapat menambahkan vektor satuan dengan lambang k untuk merepresentasikan vektor pada arah sumbu z. Secara umum kita dapat menuliskan suatu vektor F = Fxi + Fyj + Fzk, dengan Fx, Fy, dan Fz masing – masing adalah nilai komponen vektor F pada arah sumbu x, y, dan z.

Berawal dari penulisan besaran vektor dalam bentuk vektor satuan, kita akan menemukan bahwa melalui suatu persamaan bentuk, maka kita dapat mengaplikasikan operasi matriks dalam menganalisis nilai dari operasi matematika untuk satu atau lebih besaran vektor. Ada beberapa operasi matematika pada besaran vektor, misalnya penjumlahan, pengurangan, perkalian titik (dot product), dan perkalian silang (cross product). Ada pula istilah operator di dalam analisis vektor, Anda akan memahaminya lebih dalam ketika belajar tentang Kalkulus Vektor. Kali ini kita akan membahas operasi – operasi matematika dasar pada vektor melalui pendekatan bentuk matriks. Melalui pendekatan ini diharapkan akan mempermudah proses analisis besaran vektor dan memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang besaran vektor. (more…)

Fisika Dasar SMA (2)

Posted: August 8, 2010 in My Posts, Physics, Shared
Tags: , ,

Hukum Kekekalan Energi

Salah satu konsep yang harus dipahami di dalam pelajaran fisika SMA adalah hukum kekekalan energi di mana energi total suatu sistem tertutup selalu tetap dan hanya terjadi perubahan bentuk energi dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Misalkan suatu balok yang meluncur dengan kecepatan tetap menumbuk sebuah pegas hingga kemudian berhenti. Pada saat balok meluncur, balok memiliki energi kinetik sebesar Ek, setelah menumbuk pegas maka balok akan berhenti dan mengakibatkan pegas tertekan dan pegas akan memiliki energi potensial pegas sebesar Ep. Dengan melalui beberapa perhitungan fisika maka akan kita dapatkan bahwa besar Ek = Ep, yaitu energi kinetik balok berubah menjadi energi potensial pegas. Contoh lainnya adalah batu yang dijatuhkan dari ketinggian tertentu, kemudian bergerak jatuh bebas. Pada saat berada pada ketinggian tertentu, batu memiliki energi potensial gravitasi sebesar Ep. Kemudian ketika batu dijatuhkan, sedikit demi sedikit energi potensial tersebut berubah menjadi energi kinetik, hingga suatu saat ketika batu tepat akan menyentuh permukaan tanah, batu tersebut akan memiliki energi kinetik Ek yang besarnya sama dengan Ep gravitasi awal batu tersebut dengan acuan permukaan tanah. (more…)

Fisika Dasar SMA (1)

Posted: April 8, 2010 in My Posts, Physics, Shared
Tags: , ,

Konsep besaran dan satuan adalah konsep yang digunakan untuk mendefinisikan gejala – gejala atau suatu keadaan dalam fisika. Besaran ada yang termasuk besaran skalar atau hanya mempunyai besar saja tanpa adanya pengaruh dari arah yang dimilikinya sehingga konsep aljabar biasa berlaku pada besaran skalar. Sedangkan besaran vektor adalah besaran yang memiliki besar yang nilainya dipengaruhi oleh arah yang dimilikinya, sehingga yang berlaku adalah perhitungan vektor, perhitungan aljabar biasa tidak berlaku pada besaran vektor. (more…)