Seminar Nasional elearning (1)

Posted: December 7, 2010 in Info, My Posts, Shared
Tags: , ,

Seminar Nasional eLearning

Tema: Peran eLearning dalam Mengembangkan Kualitas Pendidikan di Indonesia

banner

Aula Timur ITB, 6 Desember 2010.

Pembicara:

  1. Pof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra (Dosen dan Ketua Satuan Penjaminan Mutu ITB)
  2. Dwi Hendratmo Widyantoro, PhD (Kepala Pusat Pembelajaran Jarak Jauh ITB)
  3. Arief Bachtiar, S.T., M.T (Praktisi eLearning ITB dan Koordinator BlendedLearning ITB)
  4. Djadja Ahmad Sardjana, S.T., M.M (Praktisi eLearning, Dosen, dan kandidat Doktor UPI)

Seminar Nasional eLearning yang diadakan oleh USDI-Comlabs ITB ini dibuka dengn sambutan dari pihak Direktorat Pendidikan ITB. Di dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa ITB telah mengimplementasikan eLearning sebagai bagian dari pembelajaran di ITB selama dua tahun. Beliau menekankan bahwa eLearning hanya salah satu media dalam penyampaian materi pembelajaran. Pengetahuan terbagi menjadi dua, yaitu explicit knowledge atau pengetahuan yang mudah disampaikan kepada orang lain, dan tacit knowledge atau pengetahuan yang tidak mudah untuk disampaikan kembali kepada orang lain. Sehingga keberadaan pembelajaran dalam bentuk tatap muka secara langsung tetap dibutuhkan. Sambutan yang kedua dari Bapak Basuki yang merupakan koordinator USDI-Comlabs. Moderator seminar adalah Bayu Aditya Nugraha.

Acara inti dari seminar ini adalah penyampaian materi dari para pembicara yang dilanjutkan dengan diskusi atau tanya jawab. Pembicara pertama adalah bapak Ichsan, beliau mengemukakan tema “Internet 4 Learning”. Di dalam pemaparannya, beliau menyampaikan bahwa knowledge learning bertambah setiap tahun secara eksponensial. Sebuah sumber menyatakan bahwa ilmu pengetahuan teknis yang ada di dunia bertambah dua kali lipat setiap tahunnya. Internet membuka akses kepada sumber – sumber ilmu pengetahuan yang pada masa sebelumnya sangat sulit untuk dijangkau oleh sebagian besar masyarakat dunia. Pada akhirnya teknologi internet tidak hanya menambah ilmu pengetahuan kita, tetapi juga mengubah segalanya, misalnya cara kita belajar, bekerja, bermain, bahkan cara kita hidup. Pada saat ini berbagai fasilitas tersedia di internet, contohnya kamus, ensiklopedia, media komunikasi, peta, blog, konten multimedia, dan collaborative writing/editing. Akan tetapi, internet adalah tempat di mana semua orang dapat menulis apa saja. Oleh karena itu, data atau sumber informasi yang ada di internet tidak seratus persen akurat, kita harus selalu melakukan pembandingan dengan literatur tertulis.

Howard Gardner di dalam bukunya, Five Minds for Future, menyatakan bahwa aspek – aspek penting untuk memperoleh kesuksesan di antaranya adalah diciplinary, synthesizing, creating, respectful, dan ethical. Pada saat ini, yang diperlukan oleh seorang mahasiswa keteknikan adalah kemampuan synthesizing atau kemampuan untuk mencari, memahami, menyusun, dan menyampaikan kembali ilmu pengetahuan yang didapatkannya, demikian menurut bapak Ichsan. Beliau juga menambahkan bahwa yang diperlukan untuk mendukung pembelajaran eLearning adalah beberapa hal berikut ini,

  1. Pemahaman tentang potensi ICT dan digital learning,
  2. Pemahaman tentang keterampilan masa depan yang berbeda,
  3. Kebijakan untuk pembelajaran,
  4. Kebijakan dalam penyediaan fasilitas,
  5. Kebijakan pendukung.

Pembelajaran ICT merupakan pembelajaran tertulis, sedangkan conceptual thinking merupakan pembelajaran yang disampaikan secara lisan oleh dosen. Sehingga dengan menggabungkan konsep pembelajaran ICT dan pembelajaran melalui tatap muka, ITB mengembangkan konsep BlendedLearning yang menekankan pada konsep inquiry based learning atau pemberian materi dan problem set atau soal. Dasar yang digunakan dalam mengembangkan konsep pembelajaran ini adalah,

  1. learning as construction of meaning,
  2. collaborative environment to enhance learning,
  3. inquiry guided learning.

Kemudian, keterbatasan waktu dan dana yang ada untuk mengembangkan pembelajaran dalam bentuk kelompok diskusi atau kelompok belajar dapat diatasi dengan mengembangkan collaborative learning yang akan menumbuhkan suatu community of inquiry. Sebelum menutup pemaparannya, bapak Ichsan menyampaikan beberapa hal yang harus dipikirkan untuk kelanjutan konsep pembelajaran berbasis ICT atau eLearning, yaitu,

  1. dukungan aktor pembelajaran, seperti dosen, guru, siswa, atau mahasiswa,
  2. akses dan penggunaan fasilitas ICT,
  3. keterbatasan hardware dan bandwith,
  4. engaging learners with resources,
  5. web based content,
  6. perubahan pola aktivitas pengajar dan siswa,
  7. penilaian kinerja dosen atau guru.

(continued…)

Prasetiyo Hadi Purwoko,

Bandung, 6 Desember 2010

Comments
  1. […] tulisan sebelumnya, dalam kegiatan Seminar Nasional eLearning yang diadakan oleh USDI ComLabs ITB. Setelah Bapak Ichsan menyampaikan presentasinya, kemudian Bapak […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s